Selasa, 07 Agustus 2012

METABOLISME ALKOHOL DALAM TUBUH

            Alkohol yang dikonsumsi akan dimetabolisme oleh tubuh terutama dalam hati oleh enzim alkohol dehidrogenase (ADH) dan koenzim nikotinamid-adenin-dinukleotida diubah menjadi asetat. Asetat dioksidasi menjadi CO2   dan H2O.
Alkohol yang masuk dalam tubuh akan mengalami proses biokimia dimana dapat melibatkan 3 jalur yaitu:
a.       Jalur sitosol/lintasan alkohol dehidrogenase .
           Jalur ini adalah proses oksidasi dengan melibatkan enzim alkohol dehidrogenase (ADH). Proses oksidasi dengan menggunakan ADH terutama terjadi di dalam hepar. Metabolisme alkohol oleh ADH akan menghasilkan hidrogen dan asetaldehid. Asetaldehid merupakan produk yang sangat reaktif dan sangat beracun sehingga menyebabkan kerusakan jaringan atau sel. Namun dalam tubuh asetaldehid selanjutnya akan diuraikan menjadi asetat dan terurai lebih lanjut menjadi H2O dan CO2.  
b.      Jalur mikrosom.
           Jalur ini sering disebut dengan sistem SOEM (sistem oksidasi etanol mikrosom) yang terletak dalam retikulum endoplasma. Sistem ini melibatkan kompenen mikrosom seperti enzim sitokrom P450, reduktase dan lesitin yang menghasilkan metabolisme alkohol menjadi asetaldehid.
c.       Enzim katalase (berlangsung dalam peroksisom).
           Jalur ini diperlukan H2O2 ketika kadar alkohol didalam tubuh meningkat. Hidrogen yang dihasilkan dari metabolisme alkohol dapat mengubah keadaan redox. Perubahan ini dapat menimbulkan perubahan metabolisme lemak dan karbohidrat. Pemakaian alkohol yang lama akan menimbulkan perubahan pada mitokondria yang menyebabkan berkurangnya kapasitas untuk oksidasi lemak.