Alkohol
yang dikonsumsi akan dimetabolisme oleh tubuh terutama dalam hati oleh enzim
alkohol dehidrogenase (ADH) dan koenzim nikotinamid-adenin-dinukleotida diubah
menjadi asetat. Asetat dioksidasi menjadi CO2 dan H2O.
Alkohol yang masuk dalam tubuh akan
mengalami proses biokimia dimana dapat melibatkan 3 jalur yaitu:
a. Jalur sitosol/lintasan alkohol dehidrogenase .
Jalur ini adalah proses oksidasi
dengan melibatkan enzim alkohol dehidrogenase (ADH). Proses oksidasi dengan
menggunakan ADH terutama terjadi di dalam hepar. Metabolisme alkohol oleh ADH
akan menghasilkan hidrogen dan asetaldehid. Asetaldehid merupakan produk yang
sangat reaktif dan sangat beracun sehingga menyebabkan kerusakan jaringan atau
sel. Namun dalam tubuh asetaldehid selanjutnya akan diuraikan menjadi asetat
dan terurai lebih lanjut menjadi H2O dan CO2.
b. Jalur mikrosom.
Jalur
ini sering disebut dengan sistem SOEM (sistem oksidasi etanol mikrosom) yang
terletak dalam retikulum endoplasma. Sistem ini melibatkan kompenen mikrosom
seperti enzim sitokrom P450, reduktase dan lesitin yang menghasilkan
metabolisme alkohol menjadi asetaldehid.
c.
Enzim
katalase (berlangsung dalam peroksisom).
Jalur ini diperlukan H2O2
ketika kadar alkohol didalam tubuh meningkat. Hidrogen yang dihasilkan
dari metabolisme alkohol dapat mengubah keadaan redox. Perubahan ini dapat
menimbulkan perubahan metabolisme lemak dan karbohidrat. Pemakaian alkohol yang
lama akan menimbulkan perubahan pada mitokondria yang menyebabkan berkurangnya
kapasitas untuk oksidasi lemak.
1 komentar:
maknyuz..
Posting Komentar