Sopi
adalah hasil destilasi dari tuak, sedangkan tuak adalah hasil fermentasi dari
nira aren (Arenga pinnata). Nira
adalah cairan yang disadap/diperoleh dari aren (Arenga
pinnata), penyedapan nira biasanya dilakukan pada pagi dan sore hari.
Nira
dikumpulkan sebanyak kurang lebih 10 liter dan dibiarkan mengalami fermentasi
menjadi tuak dan selanjutnya didestilasi sehingga menghasilkan sopi.
Perangkat alat destilasi yang
digunakan masih sangat sederhana yakni berupa dua potong bambu dengan posisi
tegak dan miring, dimana pada posisi potongan bambu tegak bagian bawahnya
diletakan panci/ketel yang berisi nira yang telah mengalami fermentasi.
Panci/ketel yang
berisis nira dipanaskan dengan api selama proses destilasi. Bagian atas dari
panci/ketel dihubungkan dengan bambu tegak lurus dan ujung bambu tegak lurus
dihubungkan lagi dengan bambu miring sebagai kondensor. Pada bagian kedua ujung bambu miring tersebut dilubangi dan dibuat
sumbat untuk pergantian air (kondensor) tetap dingin selama destilasi
berlangsung. Ujung bambu yang miring dihubungkan dengan tempat untuk menampung
sopi. Sopi yang dihasilkan umumnya berkisar antara 1.5 liter hingga 3 liter.
Pengolahan
minuam tradisional sopi menjadi etanol dimana nira aren yang mengandung glukosa
dibiarkan mengalami fermentasi yang melibatkan sejumlah bakteri seperti Bacillus
dan ragi seperti Pichia polymorpha dan Kloeka javanica yang berperan dalam
fermentasi. Setelah mengalami fermentasi selama beberapa hari maka mikroba akan
mengalami suksesi diganti dengan mikroba lain diakibatkan karena konsentrasi
gula yang tinggi pada awal fermentasi dan konsentrasi etanol yang tinggi pada akhir
fermentasi.2
|
CH3COSCOA
+ C2H5OH CH3CO2C2H5 + COASH
Asetil CoA
etanol etil
asetat CoA
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar