Selasa, 07 Agustus 2012

HORMON YANG TERLIBAT SPERMATOGENESIS


            GnRH yang disekresikan oleh hipotalamus akan memacu sintesis dan sekresi LH dan FSH dari hipofisis anterior. Hormon ini akan merangsang sintesis dan pelepasan hormon testosteron oleh sel leydig dan proses pematangan sperma oleh sel sertoli. Menurunnya sintesis dan sekresi LH dan FSH oleh hipofisis anterior mengakibatkan berkurangnya sintesis dan sekresi testosteron oleh sel leydig dan pematangan spermatozoa oleh sel sertoli.
            Testosteron merupakan pengatur utama sekresi LH. Efek umpan balik negatif testosteron sebagian besar dapat mengurangi frekuensi GnRH yang dilepaskan oleh hipotalamus. Sebaliknya bila kadar testosteron sedikit akan memacu sintesis dan sekresi GnRH oleh hipotalamus kemudian memacu LH dan FSH oleh hipofisis anterior untuk merangsang sintesis dan sekresi testosteron oleh sel leydig.
                Sel sertoli selain berperan dalam proses pematangan sperma juga mensekresikan protein pengikat androgen (ABP) untuk mengikat androgen yang telah diproduksi oleh sel leydig dan berdifusi dari intertisial ke dalam tubulus semineferus. ABP mentransfer androgen ke sel germinal.
            Hubungan antara hipotalamus, hipofisis dan testis sangat erat kaitannya dengan proses reproduksi. Pada sel sertoli, FSH merangsang sintesis suatu protein yang disebut protein pengikat androgen yang berfungsi sebagai pengikat hormon androgen yang dihasilkan sel leydig untuk dibawa ke reseptor androgen sel-sel germinal didalam lumen tubulus seminiferus. Sintesis androgen di dalam sel leydig dirangsang oleh LH.
            Pada tubulus seminiferus androgen berfungsi dalam mengontrol proses spermatogenesis pada pembelahan miosis dan proses spermiogenesis. Hormon steroid lain yang berpengaruh pada proses spermatogenesis adalah estrogen. Sintesis estrogen berlangsung di sel leydig melalui aromatase androgen. Selain steroid terdapat juga inhibin yang dihasilkan oleh sel sertoli yang berfungsi menekan fungsi hipofisis dalam mensekresi gonadotropin.
            Testosteron berfungsi dalam menjaga proses spermatogenesis. LH berfungsi menstimulasi sel Leydig untuk menghasilkan testosteron sedangkan FSH dapat mempengaruhi sel Sertoli untuk proses pematangan sperma dan membentuk androgen binding protein (ABP) yang berfungsi untuk mengikat testosteron intratestikular yang dihasilkan sel Leydig.

Tidak ada komentar: