wael
Sabtu, 28 November 2015
Selasa, 24 November 2015
Kamis, 18 Juni 2015
DANA KORBAN PENGUNGSI DI DESA NEGERI LIMA, KECAMATAN LEIHITU, KABUPATEN MALUKU TENGAH DIKORUPSI OLEH KETUA BPBD MALTENG BOB RAHMAT BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) MALTENG.
Jumlah dana bantuan
pengungsi yang digelapkan sekitar Rp 275 juta. Dugaan ini terkuak dari laporan
kepala keluarga (KK) korban bencana Wae Ela. Mereka hingga saat ini masih
menagih janji dari BPBD Malteng sebesar Rp 25 juta per KK yang belum dibayar
habis. Padahal waktu penyerahan bantuan sudah selesai sejak 2014. Pengungsi hanya
baru menerima 15 juta per KK yang dibayar dalam 2 tahap. Tahap pertama 10 juta
dan tahap kedua 5 juta per KK. Sampai telah memasuki bulan puasa juli 2015 dana
pengungsi tak kunjung beres. Data pengungsi wae ela Negeri Lima adalah 6.056 jiwa .
Sesuai Keputusan
Bupati Malteng Nomor 466.1 dan 355 tahun 2013 tanggal 19 Desember 2013 dan
keputusan Gubernur Maluku Nomor 37 A, tahun 2014 itu sudah jelas yang berhak
mendapat bantuan dari BPBD Malteng sebanyak 422 KK dan tanpa ada klasifikasi
rusak ringan atau berat. Pembayaran bantuan yang terjadi di negeri lima hanya
pada rumah yang rusak berat sedangkan yang rusak ringan tidak dibayarkan. Padahal
dalam SK Bupati Malteng dan Gubernur Maluku sudah jelas, tidak ada klasifikasi
rusak ringan dan berat. Semua yang tercantum dalam keputusan tersebut
berhak mendapatkan bantuan yang sama dari pemerintah. Anggaran bagi pengungsisekitar Rp 275 juta kepada korban bencana sampai saat ini tahun 2015 belum
dituntaskan.
Sabtu, 19 April 2014
Kamis, 25 Juli 2013
Foreign natural dam in the Negeri Lima village Central Maluku Ambon island collapsed due to heavy rainfall

Natural dam in the Negeri Lima village
of the Molucas District due to high
rainfall hit the island of Ambon on 13 July
2012. Materials
such as soil and rock avalanches with very large volume closes Ela river
flow. These
conditions eventually forming a natural dam in the upper (2.55 km from the
village). Natural
dam formed by the dam height reaches ± 200 meters, the 300 meters and a length
of ± landslide material that is in the region downstream of the dam body
naturally extends up to ± 1,000 meters while the upstream dam body naturally
been filled with water to a depth estimated at ± 20 meter
wide puddle on the surface of ± 200 meters and 1,000 meters long pool of ±. The volume of water is
currently about 87 million m3.the Directorate General of Water Resources Ministry of Public Works, Government of Molucas, , Army, Central of Maluku government, and other contingency plan. Emergency alert has been set by the Central Maluku government. Socialization and the formation of an emergency response command has been performed. Besides monitoring the signs of deformation or collapse of the dam slopes do that include:
• dam slope deformations (the emergence of cracks, falling rocks and other changes in slope)
• Increased leakage drastically (volume, color, content of sludge concentration and other changes)
• Collapse of the deposits on the slopes of the mountain (the appearance of cracks or springs, rock avalanches, or other changes)
Leak points and numbering each mapped location
Practical measurements on the flow of water out at points of major leakage
Longterm management plan is built to be permanent dam. Estimated for the construction of the permanent dam needed Rp 176 billion, which is needed for the construction of the main dam, dam dodger, pelimpas buildings, power plants and other supporters.
Around 4,777 villagers, Central Maluku experienced flash floods caused by natural dams collapse Ela river.
Sutopo said, as many as 5,227 people or 1,027 families from the village heads of State Five villages have been evacuated in the vicinity that are considered more secure. " chief Syamsul Maarif has reported the incident to the President
Breakdown Ela Dam Way in Central Maluku regency, Maluku, at around 12 this afternoon. 00. WIT. not only cause casualties. 7-meter flood that swept through villages in surrounding areas causing damage to buildings.
Among other physical damage more than 470 houses destroyed, "said Head of Data and Information National Disaster Management Agency Sutopo Purwonugroho in a statement on Thursday (25/07/2013).
Not only that, said Sutopo, three elementary school buildings were severely damaged, the building was heavily damaged heigh school , 1 madrasa heavily damaged, 2 room relegius heavily damaged, one heavily damaged KUD office, 1 bridge washed away. "Clean water destroyed, 1 Vodacom tower drift.
One person was reported dead, 1 still missing. While eight people were seriously injured and 24 slightly injured. A total of 5,227 people or 1,027 heads of families were evacuated.
Ela Dam Way breakdown negeri lima village cistern water volume caused by dams can weaken the dam construction. releasing a large volume of water stored in the reservoir, can swallow thousands of people living.
wael: BANJIR BANDANG NEGERI LIMA MALUKU
wael: BANJIR BANDANG NEGERI LIMA MALUKU: Bendungan alam di Desa Negeri Lima Kabupaten Maluku Tengah akibat curah hujan yang tinggi melanda Pulau Ambon pada tanggal 13 Juli...
BANJIR BANDANG NEGERI LIMA MALUKU
Bendungan
alam di Desa Negeri Lima Kabupaten Maluku Tengah akibat curah hujan yang tinggi
melanda Pulau Ambon pada tanggal 13 Juli 2012. Material longsoran berupa tanah
dan bebatuan dengan volume yang sangat besar menutup total aliran sungai Way
Ela. Kondisi demikian akhirnya membentuk bendungan alami (natural dam)
di bagian hulu (2,55 km dari desa Negeri Lima). Bendungan alami terbentuk
dengan tinggi tubuh bendungan mencapai ± 200 meter, dengan panjang ± 300 meter
dan material longsoran yang berada pada daerah hilir tubuh bendungan alami
membentang hingga mencapai ± 1.000 meter sedangkan pada daerah hulu tubuh
bendungan alami telah terisi air dengan kedalaman diperkirakan mencapai ±20
meter dengan lebar genangan pada permukaan ±200 meter dan panjang genangan ±
1.000 meter. Volume air saat ini sekitar 87 juta m3.
BNPB
bersama dengan Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PU, Pemda Maluku, BPBD
Maluku, TNI, Pemda Maluku Tengah, BPBD Maluku Tengah dan lainnya menyusun
rencana kontinjensi. Siaga darurat telah ditetapkan oleh Pemda Maluku
Tengah. Sosialisasi dan pembentukan komando tanggap darurat telah dilakukan.
Selain itu monitoring terhadap deformasi atau tanda-tanda keruntuhan lereng
bendungan dilakukan yang meliputi:
· Deformasi
lereng bendungan (munculnya retak, batu-batu berguguran dan perubahan lainnya
pada lereng )
· Peningkatan
kebocoran secara drastis (volume, warna, konsentrasi kandungan lumpur dan
perubahan lainnya)
· Keruntuhan
deposit pada lereng gunung (munculnya retak atau mata air, guguran batu, atau
perubahan lainnya)
Penomoran setiap titik kebocoran dan dipetakan lokasinya
Pengukuran secara praktis pada debit air yang keluar pada titik-titik kebocoran
utama
penanganan
jangka panjang rencana dibangun menjadi bendungan permanen. Diperkirakan
untuk pembangunan bendungan permanen tersebut diperlukan dana Rp 176 milyar,
yang dibutuhkan untuk pembangunan bendungan utama, bendungan pengelak, bangunan
pelimpas, pembangkit tenaga listrik dan pendukung lainnya.
Sekitar
4.777
jiwa masyarakat Desa Negeri Lima, Kabupaten Maluku Tengah mengalami banjir
bandang akibat jebolnya bendungan alam Way Ela.
Sutopo mengatakan, sebanyak
5.227 jiwa atau 1.027 kepala keluarga dari masyarakat Desa Negeri Lima telah
dievakuasi di desa sekitarnya yang dianggap lebih aman. “Kepala BNPB Syamsul
Maarif telah melaporkan kejadian tersebut kepada Presiden
Jebolnya
Bendungan Way Ela di Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, siang tadi sekitar pukul
12. 00. WIT. tidak hanya menimbulkan korban jiwa. Air bah setinggi 7 meter yang
menyapu perkampungan di sekitarnya menyebabkan kerusakan bangunan.
Kerusakan
fisik antara lain lebih dari 470 rumah rusak total," kata Kepala Pusat
Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwonugroho
dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/7/2013).
Tak hanya
itu, kata Sutopo, 3 gedung sekolah dasar rusak berat, gedung SMAN 5 Leihitu
rusak berat, 1 madrasah rusak berat, 2 musala rusak berat, 1 kantor KUD rusak
berat, 1 jembatan hanyut. "Sarana air bersih rusak total, 1 tower
Telkomsel hanyut.
Satu
orang dilaporkan tewas, 1 masih hilang. Sementara 8 orang terluka berat dan 24
mengalami luka ringan. Sebanyak 5.227 orang atau 1.027 kepala keluarga
diungsikan.
Jebolnya
Bendungan Way Ela desa negeri llima diakibatkan Volume air yang ditampung oleh
bendungan dapat melemahkan konstruksi bendungan. melepaskan volume air
besar yang tersimpan dalam waduk, dapat menelan ribuan masyarakat yang tinggal.
.
Jumat, 28 Juni 2013
Sabtu, 15 Juni 2013
wael: PERILAKU PENJAJAH BERAKAR PADA PEMIMPIN BANGSA
wael: PERILAKU PENJAJAH BERAKAR PADA PEMIMPIN BANGSA: Pertumbuhan penduduk yang pesat dan budaya buruk pemerintahanpusat maupun daerah sebanding dengan pertambahan jumlah penduduk dan keb...
PERILAKU PENJAJAH BERAKAR PADA PEMIMPIN BANGSA
Pertumbuhan penduduk yang pesat dan budaya buruk pemerintahanpusat maupun daerah sebanding dengan pertambahan jumlah penduduk dan kebutuhanakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat menjadikan negara ini semakin terpuruk.Kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin-pemimpin bangsa dinegeri ini sangatmemprihatinkan. Perilaku pemimpin-pemimpin kita yang selalu berkuasa denganharta kekayaan yang mampu membeli rakyatnya demi kepentingan menuju karir suatukepemimpinan menjadi budaya yang tidak tau sampai kapan akan berakhir.
Sistem pelayanan publik yang berprinsip berprilaku kalau
bisa dipersulit kenapa harus dipermudah, kalau bisa diperas kenapa harus gratis
terus meregenerasi dari waktu kewaktu tanpa ada satu orangpun yang sanggup
merubah perilaku ini. Presiden Indonesia telah berganti ganti dan para menteri
telah bergonta-ganti tetapi tidak sanggup merubah prilaku tersebut. Budaya yang
membumi yang tidak mau diakui secara sah oleh negara karena negara malu dengan
statement demokrasi kenegaraan. Maklumlah para pemimpin dan rakyat dinegara
kita sangat menjunjung budaya malu yang memalukan.
Dari semua aspek pemerintahan baik itu pendidikan
pemimpin-pemimpinnya masih memberlakukan budaya demokrasi yang telah berakar
dari jaman penjajah……..berkerja sedikit dan mengharapkan upah yang
banyak……kepunyaan orang lain mau…….dan kepunyaannya disimpan…….memaksa rakyatnya untuk bekerja tanpa dihargai
upah…….mau rakyatnya yang terbaik
padahal tidak ada kontribusi buat rakyatnya…..kapan bangsa ini mempunyai
sosok yang mungkin mencotoh gubernur DKI Joko Wi….
Pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dipersulit dengan peraturan
dan kesulitan-kesulitan yang masyarakatnya tidak tahu menjadi sumber rezeki
pendapatan tambahan bagi para oknum. Kesalahan sengaja diciptakan dan selalu
dicari-cari oleh oknum petugas agar memperoleh celah untuk mendapatkan rezeki
penghasilan tambahan berupa suap maupun pungli. Masyarakat yang mengalami
kesulitan bukannya dibantu tapi malah dipersulit. Dan sangat mungkin perilaku
hina ini yang suka mempersulit dan memeras dipelihara dan dikembangkan secara
sistematis sesubur-suburnya oleh para atasan termasuk kepala kelurahan dan
camat maupun penjabat pada tingkat perguruan tinggi.
Pelayanan Publik hingga saat ini masih sangat jauh
dari etika pelayanan publik yang berorientasi pengabdian kepada masyarakat yg
tulus, jujur, ikhlas yang bebas dari pungli, bebas dari mempersulit maupun
memeras masyarakat.
Entah kapan perilaku-perilaku hina dari oknum-oknum
birokrat ini bisa diperbaiki dan dibasmi hingga keakar-akarnya. Dan entah siapa
yang bisa memperbaiki perilaku buruk ini.
Instansi kepolisian yang seharusnya bertugas untuk
melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat malah cenderung memeras
masyarakat. Ulah dari oknum-oknum polisi yang sengaja melakukan sweeping
/tilang yang selalu mencari-cari kesalahan sekecil-kecilnya dari pengguna jalan
yang ujung-ujungnya duit untuk penghasilan tambahan atau memeras masyarakat
pengguna jalan. Sementara tiap bulan oknum polisi ini menerima gaji yang lebih
tinggi dibandingkan dengan PNS yang memiliki pangkat dan golongan yang lebih
tinggi dari oknum polisi dan gaji ini berasal dari uang rakyat pula.
Rekruitment PNS dan POLRI yang tidak sesuai kompetensi
kemampuan profesional dan itikad yang baik untuk pengabdian kepada masyarakat
dan negara, hanya berdasarkan siapa menyogok siapa, siapa anak siapa dan belas
kasihan merupakan salah satu faktor utama penyebab kebobrokan birokrasi di
Negara ini.
Demikian pula dengan direkrutnya para pegawai
honorer maupun pegawai kontrak. Rekruitment yang hanya dilandasi rasa dan
hubungan kekeluargaan maupun rasa kasihan karena siorang ini menganggur dan
memiliki tanggungan keluarga tanpa sedikitpun memperhatikan potensi profesional
moral baik untuk menjaga citra institusi dan quota kebutuhan sesungguhnya dari
instansi pemerintah dan juga tanpa melakukan seleksi yang ketat sesuai dengan
kompetensi profesional dan itikad pelayan yang jujur dan bermoral yang baik
menambah makin buruknya citra aparat pelayan publik dimata masyarakat.
Pertumbuhan penduduk yang pesat dan budaya buruk pemerintahan
pusat maupun daerah sebanding dengan pertambahan jumlah penduduk dan kebutuhan
akan lapangan pekerjaan bagi masyarakat menjadikan negara ini semakin terpuruk.
Kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin-pemimpin bangsa dinegeri ini sangat
memprihatinkan. Perilaku pemimpin-pemimpin kita yang selalu berkuasa dengan
harta kekayaan yang mampu membeli rakyatnya demi kepentingan menuju karir suatu
kepemimpinan menjadi budaya yang tidak tau sampai kapan akan berakhir.
Sistem pelayanan publik yang berprinsip berprilaku kalau
bisa dipersulit kenapa harus dipermudah, kalau bisa diperas kenapa harus gratis
terus meregenerasi dari waktu kewaktu tanpa ada satu orangpun yang sanggup
merubah perilaku ini. Presiden Indonesia telah berganti ganti dan para menteri
telah bergonta-ganti tetapi tidak sanggup merubah prilaku tersebut. Budaya yang
membumi yang tidak mau diakui secara sah oleh negara karena negara malu dengan
statement demokrasi kenegaraan. Maklumlah para pemimpin dan rakyat dinegara
kita sangat menjunjung budaya malu yang memalukan.
Dari semua aspek pemerintahan baik itu pendidikan
pemimpin-pemimpinnya masih memberlakukan budaya demokrasi yang telah berakar
dari jaman penjajah……..berkerja sedikit dan mengharapkan upah yang
banyak……kepunyaan orang lain mau…….dan kepunyaannya disimpan…….memaksa rakyatnya untuk bekerja tanpa dihargai
upah…….mau rakyatnya yang terbaik
padahal tidak ada kontribusi buat rakyatnya…..kapan bangsa ini mempunyai
sosok yang mungkin mencotoh gubernur DKI Joko Wi….
Pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dipersulit dengan peraturan
dan kesulitan-kesulitan yang masyarakatnya tidak tahu menjadi sumber rezeki
pendapatan tambahan bagi para oknum. Kesalahan sengaja diciptakan dan selalu
dicari-cari oleh oknum petugas agar memperoleh celah untuk mendapatkan rezeki
penghasilan tambahan berupa suap maupun pungli. Masyarakat yang mengalami
kesulitan bukannya dibantu tapi malah dipersulit. Dan sangat mungkin perilaku
hina ini yang suka mempersulit dan memeras dipelihara dan dikembangkan secara
sistematis sesubur-suburnya oleh para atasan termasuk kepala kelurahan dan
camat maupun penjabat pada tingkat perguruan tinggi.
Pelayanan Publik hingga saat ini masih sangat jauh
dari etika pelayanan publik yang berorientasi pengabdian kepada masyarakat yg
tulus, jujur, ikhlas yang bebas dari pungli, bebas dari mempersulit maupun
memeras masyarakat.
Entah kapan perilaku-perilaku hina dari oknum-oknum
birokrat ini bisa diperbaiki dan dibasmi hingga keakar-akarnya. Dan entah siapa
yang bisa memperbaiki perilaku buruk ini.
Instansi kepolisian yang seharusnya bertugas untuk
melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat malah cenderung memeras
masyarakat. Ulah dari oknum-oknum polisi yang sengaja melakukan sweeping
/tilang yang selalu mencari-cari kesalahan sekecil-kecilnya dari pengguna jalan
yang ujung-ujungnya duit untuk penghasilan tambahan atau memeras masyarakat
pengguna jalan. Sementara tiap bulan oknum polisi ini menerima gaji yang lebih
tinggi dibandingkan dengan PNS yang memiliki pangkat dan golongan yang lebih
tinggi dari oknum polisi dan gaji ini berasal dari uang rakyat pula.
Rekruitment PNS dan POLRI yang tidak sesuai kompetensi
kemampuan profesional dan itikad yang baik untuk pengabdian kepada masyarakat
dan negara, hanya berdasarkan siapa menyogok siapa, siapa anak siapa dan belas
kasihan merupakan salah satu faktor utama penyebab kebobrokan birokrasi di
Negara ini.
Demikian pula dengan direkrutnya para pegawai
honorer maupun pegawai kontrak. Rekruitment yang hanya dilandasi rasa dan
hubungan kekeluargaan maupun rasa kasihan karena siorang ini menganggur dan
memiliki tanggungan keluarga tanpa sedikitpun memperhatikan potensi profesional
moral baik untuk menjaga citra institusi dan quota kebutuhan sesungguhnya dari
instansi pemerintah dan juga tanpa melakukan seleksi yang ketat sesuai dengan
kompetensi profesional dan itikad pelayan yang jujur dan bermoral yang baik
menambah makin buruknya citra aparat pelayan publik dimata masyarakat.
Langganan:
Komentar (Atom)