Bendungan
alam di Desa Negeri Lima Kabupaten Maluku Tengah akibat curah hujan yang tinggi
melanda Pulau Ambon pada tanggal 13 Juli 2012. Material longsoran berupa tanah
dan bebatuan dengan volume yang sangat besar menutup total aliran sungai Way
Ela. Kondisi demikian akhirnya membentuk bendungan alami (natural dam)
di bagian hulu (2,55 km dari desa Negeri Lima). Bendungan alami terbentuk
dengan tinggi tubuh bendungan mencapai ± 200 meter, dengan panjang ± 300 meter
dan material longsoran yang berada pada daerah hilir tubuh bendungan alami
membentang hingga mencapai ± 1.000 meter sedangkan pada daerah hulu tubuh
bendungan alami telah terisi air dengan kedalaman diperkirakan mencapai ±20
meter dengan lebar genangan pada permukaan ±200 meter dan panjang genangan ±
1.000 meter. Volume air saat ini sekitar 87 juta m3.
BNPB
bersama dengan Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PU, Pemda Maluku, BPBD
Maluku, TNI, Pemda Maluku Tengah, BPBD Maluku Tengah dan lainnya menyusun
rencana kontinjensi. Siaga darurat telah ditetapkan oleh Pemda Maluku
Tengah. Sosialisasi dan pembentukan komando tanggap darurat telah dilakukan.
Selain itu monitoring terhadap deformasi atau tanda-tanda keruntuhan lereng
bendungan dilakukan yang meliputi:
· Deformasi
lereng bendungan (munculnya retak, batu-batu berguguran dan perubahan lainnya
pada lereng )
· Peningkatan
kebocoran secara drastis (volume, warna, konsentrasi kandungan lumpur dan
perubahan lainnya)
· Keruntuhan
deposit pada lereng gunung (munculnya retak atau mata air, guguran batu, atau
perubahan lainnya)
Penomoran setiap titik kebocoran dan dipetakan lokasinya
Pengukuran secara praktis pada debit air yang keluar pada titik-titik kebocoran
utama
penanganan
jangka panjang rencana dibangun menjadi bendungan permanen. Diperkirakan
untuk pembangunan bendungan permanen tersebut diperlukan dana Rp 176 milyar,
yang dibutuhkan untuk pembangunan bendungan utama, bendungan pengelak, bangunan
pelimpas, pembangkit tenaga listrik dan pendukung lainnya.
Sekitar
4.777
jiwa masyarakat Desa Negeri Lima, Kabupaten Maluku Tengah mengalami banjir
bandang akibat jebolnya bendungan alam Way Ela.
Sutopo mengatakan, sebanyak
5.227 jiwa atau 1.027 kepala keluarga dari masyarakat Desa Negeri Lima telah
dievakuasi di desa sekitarnya yang dianggap lebih aman. “Kepala BNPB Syamsul
Maarif telah melaporkan kejadian tersebut kepada Presiden
Jebolnya
Bendungan Way Ela di Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, siang tadi sekitar pukul
12. 00. WIT. tidak hanya menimbulkan korban jiwa. Air bah setinggi 7 meter yang
menyapu perkampungan di sekitarnya menyebabkan kerusakan bangunan.
Kerusakan
fisik antara lain lebih dari 470 rumah rusak total," kata Kepala Pusat
Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwonugroho
dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/7/2013).
Tak hanya
itu, kata Sutopo, 3 gedung sekolah dasar rusak berat, gedung SMAN 5 Leihitu
rusak berat, 1 madrasah rusak berat, 2 musala rusak berat, 1 kantor KUD rusak
berat, 1 jembatan hanyut. "Sarana air bersih rusak total, 1 tower
Telkomsel hanyut.
Satu
orang dilaporkan tewas, 1 masih hilang. Sementara 8 orang terluka berat dan 24
mengalami luka ringan. Sebanyak 5.227 orang atau 1.027 kepala keluarga
diungsikan.
Jebolnya
Bendungan Way Ela desa negeri llima diakibatkan Volume air yang ditampung oleh
bendungan dapat melemahkan konstruksi bendungan. melepaskan volume air
besar yang tersimpan dalam waduk, dapat menelan ribuan masyarakat yang tinggal.
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar