Kamis, 25 Juli 2013

BANJIR BANDANG NEGERI LIMA MALUKU





Bendungan alam di Desa Negeri Lima Kabupaten Maluku Tengah akibat curah hujan yang tinggi melanda Pulau Ambon pada tanggal 13 Juli 2012. Material longsoran berupa tanah dan bebatuan dengan volume yang sangat besar menutup total aliran sungai Way Ela. Kondisi demikian akhirnya membentuk bendungan alami (natural dam) di bagian hulu (2,55 km dari desa Negeri Lima). Bendungan alami terbentuk dengan tinggi tubuh bendungan mencapai ± 200 meter, dengan panjang ± 300 meter dan material longsoran yang berada pada daerah hilir tubuh bendungan alami membentang hingga mencapai ± 1.000 meter sedangkan pada daerah hulu tubuh bendungan alami telah terisi air dengan kedalaman diperkirakan mencapai ±20 meter dengan lebar genangan pada permukaan ±200 meter dan panjang genangan ± 1.000 meter. Volume air saat ini sekitar  87 juta m3.
BNPB bersama dengan Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PU, Pemda Maluku, BPBD Maluku, TNI, Pemda Maluku Tengah, BPBD Maluku Tengah dan lainnya menyusun rencana kontinjensi.  Siaga darurat telah ditetapkan oleh Pemda Maluku Tengah. Sosialisasi dan pembentukan komando tanggap darurat telah dilakukan. Selain itu monitoring terhadap deformasi atau tanda-tanda keruntuhan lereng bendungan dilakukan yang meliputi:
·    Deformasi lereng bendungan (munculnya retak, batu-batu berguguran dan perubahan lainnya pada lereng )
·    Peningkatan kebocoran secara drastis (volume, warna, konsentrasi kandungan lumpur dan perubahan lainnya)
·    Keruntuhan deposit pada lereng gunung (munculnya retak atau mata air, guguran batu, atau perubahan lainnya)
     Penomoran  setiap titik kebocoran dan  dipetakan lokasinya
     Pengukuran secara praktis pada debit air yang keluar pada titik-titik kebocoran utama

penanganan jangka panjang rencana dibangun menjadi bendungan permanen.  Diperkirakan untuk pembangunan bendungan permanen tersebut diperlukan dana Rp 176 milyar, yang dibutuhkan untuk pembangunan bendungan utama, bendungan pengelak, bangunan pelimpas, pembangkit tenaga listrik dan pendukung lainnya.


 Sekitar 4.777 jiwa masyarakat Desa Negeri Lima, Kabupaten Maluku Tengah mengalami banjir bandang akibat jebolnya bendungan alam Way Ela.
Sutopo mengatakan, sebanyak 5.227 jiwa atau 1.027 kepala keluarga dari masyarakat Desa Negeri Lima telah dievakuasi di desa sekitarnya yang dianggap lebih aman. “Kepala BNPB Syamsul Maarif telah melaporkan kejadian tersebut kepada Presiden
Jebolnya Bendungan Way Ela di Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, siang tadi sekitar pukul 12. 00. WIT. tidak hanya menimbulkan korban jiwa. Air bah setinggi 7 meter yang menyapu perkampungan di sekitarnya menyebabkan kerusakan bangunan.
Kerusakan fisik antara lain lebih dari 470 rumah rusak total," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwonugroho dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/7/2013).
Tak hanya itu, kata Sutopo, 3 gedung sekolah dasar rusak berat, gedung SMAN 5 Leihitu rusak berat, 1 madrasah rusak berat, 2 musala rusak berat, 1 kantor KUD rusak berat, 1 jembatan hanyut. "Sarana air bersih rusak total, 1 tower Telkomsel hanyut.
Satu orang dilaporkan tewas, 1 masih hilang. Sementara 8 orang terluka berat dan 24 mengalami luka ringan. Sebanyak 5.227 orang atau 1.027 kepala keluarga diungsikan.
Jebolnya Bendungan Way Ela desa negeri llima diakibatkan Volume air yang ditampung oleh bendungan dapat melemahkan konstruksi  bendungan. melepaskan volume air besar yang tersimpan dalam waduk, dapat menelan ribuan masyarakat yang tinggal. 


.

Tidak ada komentar: