orang tua sudah sepatutunya jadi gerbang utama untuk memberikan pendidikan seks pada anak... terutama anak putri sebelu mereka mengeksploitasi seks pada media yang tidak terkontrol. mayoritas anak remaja yang memiliki rasa ingin tahu yang luar biasa penasaran membuat mereka mendapat informasi-informasi yang salah tentang pendidikan seks. data KPAI yang diperoleh mngatakan bahwa 32% remaja dalan usia14 sampai 18 tahun di kota-kota besar telah melakukan hubungan seks. hal ini diakibatkan karena rasa penasaran yang tak dapat dibendung untuk mengetahui tentang seks itu sendiri. data lain yang diproleh bahwa 62,7% putri-putri SMP di kota besar telah melakukan koitus. dan yang tak kalah menarik adalah 21.2% telah aborsi.
Pendidikan seks harusnya dimasukan dalam kurikulum di sekolah-sekolah untuk memberi informasi kepada siswa tentang masalah yang berkaitan dengan seks. Hal ini dianggap untuk siswa memahami informasi yang tepat tentang seks, praktek seksual, pelecehan seksual anak dan penyakit menular seksual. Namun, pendidikan seks di sekolah juga mendapat pro dan kontra sampai saat ini.
masyarakat khususnya generasi muda menganggap bahwa pendidikan seks itu tidak terlalu penting. Pendidikan seks hanya menjadi sebuah pelajaran yang dianggap porno. Di dunia pendidikan umumnya di sekolah, pendidikan seks itu terkadang kurang dipedulikan. Tapi terkadang ada juga yang setuju dengan pendidikan seks dan mau untuk menerapkankannya.
Pendidikan seks itu merupakan suatu pendidikan yang berisi tentang pendidikan seks dan bahaya tentang seks. Pendidikan seks juga menjadi cermin yang seharusnya menjadi pandangan bangsa. Mengingat pentingnya pendidikan seks bagi semua orang. Namun sayang, belakangan ini, minat generasi muda dalam memahami tentang pendidikan seks itu sangatlah kurang.
Pendidikan seks di sekolah-sekolah dapat membantu anak memahami dampak dari seks dalam kehidupan mereka. Pendidikan seks di sekolah dapat membantu memberi pemahaman perbedaan dan menjaga keinginan untuk mengeksplorasi hal-hal untuk diri mereka sendiri agar tidak terjadi pelecehan seksual. Seperti yang kita ketahui, pelecehan seksual terhadap anak adalah kejahatan sosial yang melanda ribuan anak di seluruh dunia. Ini jauh lebih baik untuk mengajarkan anak tentang seks di sekolah, bukan membiarkan mereka menggunakan sumber lain seperti materi pornografi dari internet. Hal ini penting karena sumber seperti internet memiliki sejumlah informasi yang mungkin menyesatkan dan menyebarkan informasi yang salah. Dengan masalah seperti kehamilan remaja dan penularan penyakit yang meningkat, dapat menyadarkan anak dari bahaya ini. Pendidikan seks di sekolah adalah wadah mengubah anak menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab. Oleh karena itu, pendidikan seks bisa membantu mereka memahami perilaki seks lebih luas.
negara lain di dunia barat memahami betul tentang pendidikan seks. contohnya saja Amerika. Kita tahu bahwa Amerika merupakan negara yang besar yang menganut sistem liberal. Dimana rakyak bebas melakukan apapun tanpa campur tangan pemerintah. Mereka diperbolehkan melakukan hubungan seks, tetapi mereka tahu bagaimana melakukan hubungan seks dengan benar tanpa mengakibatkan suatu penyakit. Jadi kita ketahui bahwa pendidikan seks disana sangat di hargai. Masyarakatnya tidak malu untuk membicarakan ataupun menerima tentang pendidikan seks itu.
Fenomena ini berbeda sangat dengan indnesia, mungkin karea karakter bangsa dan budaya yang masih primitif yang masih kita temui di masyarakat khususnya di daerah pedesaan, banyak yang menganggap bahwa membicarakan seks adalah masalah yang tabu. Tidak jarang pertaanyaan itu menimbulkan persengketaan di dalam masyarakat. pandangan yang salah pada masyarakat kita tentang seks adalah membicarakan pendidikan seks hanya akan membuat masyarakat semakin dekat dengan seks dan mengaplikasikannya. Walau sebenarnya riset telah membuktikan bahwa pendidikan seks komprehensif dapat mengurangi kkehamilan remaja dan tidak ada indikasi bahwa hal tersebut meningkatkan level hubungan seks atau penyakit menular seks (PMS).
Bila kita kaji lebih dalam melihat fenomena yang terjadi, pendidikan seks sangat penting bagi remaja agar mereka mendapatkan informasi yang benar dan akurat mengenai seksual dan kesehatan reproduksi. Informasi dan pendidikan tentang seks perlu diberikan supaya remaja mengerti akan dirinya dan seksualitasnya. Banyak hal yang mneyebabkan anak-anak di masa remaja melakuakan penyimpanagan seks bebas sebagai cara pelarian dari berbagai persoalan, serta kurangnya kemampuan anak untuk mengontrol dan mengendalikan emosi.
Berdasarkan survey yang diadakan oleh Komisi Nasional (KKomNas) Perlindungan Anak 2008 di 33 provinsi di Indonesi, sekitar 62,7% remaja yang tercatat sebagai pelajar SMP dan SMA sudah tidak virgin. Data lain, survey yang dilakukan oleh Annisa Foundaation di Cianjur, Jawa Barat, pada tahun 2007 menemukan hasil yang mengejutkan. dari 42,3% pelajar perempuan telah melakukan aborsi.
Oleh karena itu, saat ini yang perlu dipermasalahkan bukan lagi penting atau tidaknya pendidikan seks, tetapi bagaimana mengemas pendidikan seks di sekolah. Selain menuntut agar pendidikan seks tidak diselip- selipkan diberbagai mata pelajaran, sebaiknya pendidikan seks disampaikan secara runtut berdasarkan modul dan tidak disertai dengan nada ancaman. Hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah bagaimana cara menyiapkan mental sang guru. Untuk itu, sebelum memberikan materi tentang pendidikan seks, hendaknya para guru mengikuti training kesehatan reproduksi terlebih dahulu.